Menuju Telos Ramadhan; Reorientasi Etika Teleologis dalam Ibadah Puasa

 


Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan akademis yang mendalam terhadap fenomena keberagamaan kita hari ini, khususnya dalam menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan yang sering kali terjebak dalam paradoks. Penulis mengamati adanya kontradiksi yang tajam antara euforia ritual yang megah dengan kondisi karakter kolektif bangsa yang cenderung stagnan, atau bahkan dalam beberapa aspek, mengalami kemunduran moral. Setiap tahun, kita menyaksikan gelombang spiritualitas massal yang memenuhi ruang publik, namun pada saat yang sama, kita dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai masih tingginya angka korupsi dan krisis integritas. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: mengapa ibadah yang dilakukan oleh jutaan orang secara serentak belum mampu menjadi kekuatan transformatif yang nyata bagi peradaban kita? Kegelisahan ini kian menguat ketika penulis melihat bahwa pendidikan agama sering kali terlalu menitikberatkan pada aspek formalitaslegalistik dan mengabaikan kedalaman substansi. Umat didorong untuk memenuhi syarat dan rukun puasa agar sah secara fikih, namun jarang sekali diajak untuk membedah "jiwa" dan tujuan hakiki dari ibadah tersebut. Akibatnya, puasa dipahami hanya sebagai rutinitas tahunan untuk menunda lapar, sebuah kewajiban yang harus segera "diselesaikan" demi menggugurkan beban dosa semata.

KHUTBAH JUMAT Kontekstual Ekoteologi, Moderasi Beragama, dan Isu Keumatan Kontemporer



 


Khutbah Jumat merupakan salah satu media dakwah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi syarat sahnya pelaksanaan shalat Jumat, khutbah juga berperan sebagai sarana penyampaian pesan-pesan moral, pembinaan akhlak, dan penyadaran spiritual bagi masyarakat. Karena itu, kualitas isi khutbah sangat menentukan arah pembentukan karakter umat. Perkembangan zaman yang begitu cepat membawa berbagai tantangan baru dalam kehidupan sosial, budaya, dan moral. Kondisi ini menuntut para khatib dan penyuluh agama untuk menghadirkan materi khutbah yang tidak hanya berlandaskan dalil-dalil AlQur‟an dan Sunnah , tetapi juga relevan dengan realitas kehidupan masyarakat. Dakwah yang kontekstual menjadi tuntutan agar pesan agama dapat diterima dengan lebih efektif.

Budaya Organisasi

 



Budaya organisasi merupakan sebuah sistem keyakinan dan nilai yang terbentuk di tengah anggota sebuah organisasi, dan kemudian menjadi pedoman yang mengarahkan sikap dan perilaku mereka. Budaya tersebut dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif apabila sesuai dan mendukung visi, misi, dan strategi organisasi.

BUKU AJAR ILMU -ILMU SOSIAL DAN STUDI PEMERINTAHAN Transformasi, Pendekatan, dan Paradigma

 


Seiring dengan perkembangan zaman, studi pemerintahan dihadapkan pada berbagai tantangan konseptual dan metodologis. Perdebatan mengenai posisi keilmuan ilmu pemerintahan, batas-batas kajiannya, serta relasinya dengan disiplin ilmu lain seperti ilmu politik, administrasi publik, dan sosiologi masih terus berlangsung. Di samping itu, perubahan lingkungan strategis seperti desentralisasi, demokratisasi, globalisasi, serta pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut pembaruan pendekatan dan paradigma agar studi pemerintahan tetap relevan, kritis, dan kontekstual. Kecenderungan lain yaitu dalam beberapa waktu terakhir, tantangan yang dihadapi ilmuwan sosial dan humaniora semakin besar, seiring dengan munculnya berbagai persoalan serius di masyarakat. Proses demokratisasi, penguatan hukum dan hak asasi manusia, otonomi daerah, kemiskinan, konflik horizontal dan vertikal, isu etnisitas, marginalisasi kelompok minoritas, kerusakan lingkungan, serta berbagai persoalan lainnya menjadi isu penting untuk dikaji, terutama karena adanya perubahan sosial yang tidak terelakkan akibat arus globalisasi maupun dinamika politik dan pemerintahan. 

Pengembangan Desa Adat dalam Konteks Administrasi Publik

 


Desa adat merupakan salah satu entitas penting dalam struktur sosial, budaya, dan politik bangsa. Keberadaannya tidak hanya menjadi representasi nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga berfungsi sebagai penopang identitas bangsa dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi. Dalam buku ini kami menguraikan berbagai konsep dasar mengenai desa adat, mulai dari pengertian, sejarah, dan struktur pemerintahan hingga tantangan-tantangan aktual dalam pengembangan dan pemberdayaannya.

Strategi, Kapabilitas dan Kinerja Industri Kecil: Sebuah Pendekatan Integratif

 

Industri kecil memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik sebagai penyerap tenaga kerja, penggerak ekonomi daerah, maupun sebagai wahana tumbuhnya kewirausahaan. Namun, di tengah dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks, industri kecil dihadapkan pada tantangan yang semakin besar, mulai dari intensitas persaingan, perubahan preferensi konsumen, hingga tuntutan inovasi dan keberlanjutan. Kondisi ini menuntut pelaku industri kecil untuk tidak hanya mengandalkan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga mengembangkan orientasi strategis, kemampuan adaptasi, serta motivasi yang kuat untuk terus belajar dan berinovasi.  Buku ini disusun dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana orientasi kewirausahaan dan kapabilitas dinamis memengaruhi kinerja industri kecil, baik secara langsung maupun melalui peran inovasi sebagai mekanisme penciptaan nilai dan motivasi kewirausahaan sebagai faktor pendorong perilaku usaha. Dengan mengintegrasikan perspektif teoretis manajemen strategik dan kewirausahaan dengan temuan empiris di Indonesia, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, serta pembuat kebijakan.  

BERETIKA SEBELUM BERBISNIS

 


Buku berjudul “Beretika Sebelum Berbisnis” hadir sebagai pengingat, sekaligus penegas bahwa etika bukanlah pelengkap dalam berbisnis, melainkan hal itu merupakan fondasi yang menentukan kesuksesan dan keberkahan perjalanan usaha (bisnis). Kami melihat realitas di lapangan, tidak sedikit para pelaku bisnis yang - sadar atau tidak - mengabaikan etika dalam praktik bisnisnya. Di tengah kompetisi yang kian ketat, sebagian orang tergoda mengambil jalan pintas yang mengikis nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.